Inginku Bahagia
InginKu Bahagia
Enmi
Jeritan termaung seakan si inang tak punya malu,
Lautan air pun tumpah
Mengalir dengan lika liku sahdu hingga tak kuasa mengusapnya.
Mengapa ada yang menginginkan hilang dari memori yang sering aku rekam dan kuulang?
Tersebak butiran embun tak kuat oleh bendungan yang berjejalan dengan hal yang mustahil.
Tumpah dengan paksaan dari lekangan waktu oleh dinamika fluida yang tak pasti.
Rasa yang ingin ditanggung pun menjadi baja,
Inginku bahagia dengan senyuman,
Tapi kenapa hanya ganjalan yang kurasa. |